Ueno Park vs Shinjuku Gyoen: Mana Taman Hanami Terbaik?

Ueno Park vs Shinjuku Gyoen: Mana Taman Terbaik untuk Hanami

guna-travel.com – Musim semi di Tokyo bukanlah sekadar pergantian cuaca; ini adalah sebuah fenomena budaya, kegilaan massal, dan momen di mana seluruh kota seolah-olah dicat ulang dengan warna merah muda. Saat kelopak sakura mulai merekah, jutaan turis dan warga lokal menghadapi dilema tahunan yang sama membingungkannya dengan memilih menu makan siang: Ke mana kaki harus melangkah untuk mendapatkan pengalaman hanami (melihat bunga) yang paling “pecah”?

Di sudut kanan, ada juara bertahan yang legendaris dengan pesta poranya: Ueno Park. Di sudut kiri, ada penantang elegan dengan lanskap terawat bak lukisan: Shinjuku Gyoen. Pertarungan antara Ueno Park vs Shinjuku Gyoen: Mana Taman Terbaik untuk Hanami? sering kali memicu perdebatan sengit di forum-forum perjalanan. Apakah Anda tipe pencari keramaian atau pemburu ketenangan?

Jika Anda hanya punya waktu satu atau dua hari di Tokyo saat puncak musim semi, memilih taman yang salah bisa berujung pada kekecewaan (atau terjebak di lautan manusia tanpa jalan keluar). Mari kita bedah kedua raksasa sakura ini, mulai dari atmosfer, biaya, hingga aturan mainnya, agar Anda bisa memutuskan siapa pemenangnya di hati Anda.


Atmosfer: Pesta Rakyat vs Piknik Kerajaan

Inilah perbedaan paling mencolok yang akan langsung menampar indra Anda begitu melangkahkan kaki di gerbang masuk. Ueno Park adalah definisi harfiah dari “pesta rakyat”.

Bayangkan ribuan lampion kertas bergoyang di angin malam, aroma yakisoba yang dimasak di kedai kaki lima (yatai), dan suara tawa para salaryman Jepang yang mulai mabuk di bawah pohon. Ueno adalah tentang energi yang meledak-ledak. Di sini, hanami bukan sekadar melihat bunga, tapi alasan untuk minum bir dan bersosialisasi secara agresif di atas tikar biru yang ikonik.

Sebaliknya, Shinjuku Gyoen menawarkan vibe yang jauh lebih “bangsawan”. Taman ini dulunya adalah milik keluarga kekaisaran, dan sisa-sisa keanggunan itu masih terasa. Tidak ada musik keras, tidak ada orang mabuk yang berteriak (karena alkohol dilarang dibawa masuk), dan suasananya jauh lebih zen. Jika Ueno adalah konser rock, Shinjuku Gyoen adalah pertunjukan orkestra klasik di sore hari.

Faktor Dompet: Gratis vs Berbayar (Filter Alami)

Sering kali, hal terbaik dalam hidup itu gratis. Tapi benarkah? Ueno Park tidak memungut biaya masuk sepeser pun. Ini adalah kabar baik bagi backpacker, tapi juga berarti tidak ada batasan jumlah pengunjung. Saat puncak full bloom (mekar penuh), berjalan di jalan utama Ueno terasa seperti antre sembako; padat merayap dan butuh kesabaran ekstra.

Di sisi lain, Shinjuku Gyoen menerapkan tiket masuk sebesar 500 Yen (sekitar Rp50.000). Nominal ini mungkin terdengar kecil, tapi fungsinya sangat krusial sebagai “filter alami”. Biaya ini cukup untuk menyaring kerumunan yang hanya ingin lewat sekilas. Hasilnya? Ruang gerak yang lebih lega dan antrean toilet yang (sedikit) lebih manusiawi. Plus, dengan tiket masuk itu, Anda mendapatkan fasilitas taman yang jauh lebih terawat dan bersih.

Varietas Sakura: Si Cepat vs Si Awet

Pernahkah Anda sampai di Tokyo dan ternyata sakura jenis utama (Somei Yoshino) sudah mulai rontok? Di sinilah Ueno Park vs Shinjuku Gyoen: Mana Taman Terbaik untuk Hanami? menemukan titik krusialnya.

Ueno Park sangat bergantung pada jenis Somei Yoshino yang mekar serentak namun durasinya singkat (sekitar satu minggu). Jika Anda datang terlambat beberapa hari saja setelah puncak mekar, Anda mungkin hanya akan melihat ranting dan daun hijau.

Shinjuku Gyoen adalah “asuransi” terbaik bagi turis yang jadwalnya meleset. Taman ini memiliki lebih dari 1.000 pohon sakura dari 65 varietas berbeda, termasuk jenis yang mekar awal (early blooming) dan mekar terlambat (late blooming). Jadi, meskipun Anda datang di pertengahan April saat di tempat lain sakura sudah habis, kemungkinan besar Shinjuku Gyoen masih menyisakan pohon-pohon Yaezakura (sakura kelopak ganda) yang sedang cantik-cantiknya.

Estetika Foto: Tikar Biru vs Rerumputan Hijau

Bagi pemburu konten Instagram, latar belakang adalah segalanya. Di Ueno Park, tantangan terbesarnya adalah menghindari blue tarp atau terpal biru norak yang digelar di sepanjang jalan utama. Meskipun ini adalah budaya khas Jepang, warna biru cerah itu sering kali merusak estetika foto soft pink sakura Anda. Belum lagi tong sampah yang sering meluap karena membludaknya pengunjung.

Shinjuku Gyoen? Ini adalah surga visual. Hamparan rumput hijau luas yang terawat rapi menjadi kontras yang sempurna bagi warna merah muda bunga sakura. Plus, latar belakang gedung pencakar langit distrik Shinjuku (termasuk NTT Docomo Yoyogi Building yang mirip Empire State Building) memberikan komposisi unik antara alam dan urban modern. Foto Anda akan terlihat jauh lebih profesional dan “bersih” di sini.

Etika dan Aturan Main

Jepang terkenal dengan aturannya, dan ini berlaku ketat saat Hanami. Di Ueno, aturannya agak longgar; Anda boleh membawa alkohol, dan pesta bisa berlangsung hingga malam hari (yozakura) dengan penerangan lampion. Namun, Anda harus datang subuh-subuh—serius, pukul 5 pagi—untuk menggelar tikar jika ingin dapat tempat strategis.

Shinjuku Gyoen jauh lebih ketat. Ada pemeriksaan tas di pintu masuk. Alkohol dilarang keras (mereka benar-benar mengecek). Dilarang membawa alat permainan seperti raket badminton atau bola yang bisa mengganggu orang lain. Taman ini juga tutup lebih awal (biasanya sore hari), jadi tidak ada pesta larut malam. Ini menjadikannya tempat yang sangat aman dan nyaman untuk keluarga yang membawa balita atau lansia.


Kesimpulan

Pada akhirnya, jawaban dari Ueno Park vs Shinjuku Gyoen: Mana Taman Terbaik untuk Hanami? bergantung sepenuhnya pada siapa Anda. Jika Anda adalah jiwa muda yang ingin merasakan pesta budaya Jepang yang otentik, riuh, dan sedikit “liar”, Ueno Park adalah arena bermain Anda. Kekacauan di sana adalah bagian dari daya tariknya.

Namun, jika definisi liburan Anda adalah duduk santai di atas rumput empuk, menikmati sandwich tanpa tersenggol orang lewat, dan ingin foto estetik tanpa bocor terpal biru, Shinjuku Gyoen adalah pemenangnya. Saran pro: Kenapa tidak keduanya? Kunjungi Shinjuku Gyoen di siang hari untuk foto-foto cantik, lalu mampir ke Ueno Park di malam hari hanya untuk merasakan atmosfer festivalnya tanpa perlu berebut tempat duduk.

Ueno Park vs Shinjuku Gyoen: Mana Taman Hanami Terbaik?
Scroll to top